Papuabaratnews.id, Manokwari – Paroki Ko-Katedral Santo Agustinus Manokwari merayakan hari jadinya yang ke-88 pada Sabtu (6/9/2025) dengan penuh sukacita. Perayaan syukur ini menjadi momentum bersejarah karena sekaligus menandai pengukuhan Gereja Santo Agustinus sebagai Ko-Katedral Keuskupan Manokwari–Sorong.
Sejarah panjang paroki ini berawal pada 1 April 1937, ketika Ordo Fransiskan (OFM) mengambil alih pos misi Manokwari yang sebelumnya dikelola oleh para imam Misionaris Hati Kudus Yesus (MSC). Pada tahun yang sama berdirilah Paroki Santo Fransiskus Asisi Manokwari. Kemudian, sejak 1953, Ordo Santo Agustinus (OSA) melanjutkan pelayanan pastoral dengan mendirikan lembaga pendidikan dan memperluas karya misi.

Momentum penting terjadi pada 15 Mei 1959, ketika wilayah Manokwari dipisahkan dari Vikariat Apostolik Hollandia (Jayapura) dan ditetapkan sebagai Prefektur Apostolik yang berpusat di Manokwari, dengan Mgr. Petrus Malachias van Diepen, OSA sebagai prefek pertama. Tujuh tahun kemudian, tepatnya 15 November 1966, statusnya ditingkatkan menjadi Keuskupan Manokwari.
Meski pada 1974 pusat keuskupan dipindahkan ke Sorong, Gereja Santo Agustinus tetap menjadi saksi sejarah perkembangan iman Katolik di Papua Barat. Peran historis itu diteguhkan kembali pada 15 April 2025, ketika Uskup Manokwari–Sorong, Mgr. Hilarion Datus Lega, meresmikannya sebagai Gereja Ko-Katedral.
Dalam homili misa syukur, Mgr. Hilarion menekankan bahwa 88 tahun perjalanan paroki adalah bukti kesetiaan umat dalam menjaga dan menghidupi semangat Santo Agustinus.
“Delapan puluh delapan tahun adalah kurun waktu panjang dan tidak mudah. Semoga pengalaman berharga selama perjalanan ini semakin meneguhkan langkah kita ke depan,” ujarnya.

Pada perayaan itu, simbol penting berupa kursi uskup (katedra) kembali ditempatkan di Gereja Santo Agustinus Manokwari. Prosesi ini melambangkan peran Ko-Katedral sebagai bagian dari pusat pelayanan pastoral di Papua Barat.
Ketua Panitia Perayaan, John Guntarto, menyampaikan apresiasi kepada seluruh umat dan pihak yang mendukung rangkaian kegiatan ulang tahun, mulai dari jalan sehat, peletakan batu pertama Patung Santo Agustinus, hingga misa syukur dan resepsi.
“Semoga semangat persaudaraan dan pelayanan yang telah dibangun selama 88 tahun ini menjadi landasan kuat dalam menapaki masa depan Gereja Santo Agustinus,” katanya. (pbn)


***
***





