banner 468x60 *** banner 468x60 ***

Berita  

Pemerintah Akan Siapkan Internet Satelit dan Solar Panel untuk Ribuan Sekolah di Daerah 3T

Seorang siswa menggunakan layanan panggilan video melalui telepon pintar dalam pembelajaran daring sekolah di Pulau Sabira, Kabupaten Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, Jumat (18/6/2021). Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menargetkan dapat membangun 9.113 BTS 4G hingga 2022 sehingga jaringan internet 4G dapat dihadirkan di 12.548 desa/kelurahan wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), agar kesenjangan digital di Tanah Air dapat dipangkas. (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)
banner 120x600

Papuabaratnews.id, Jakarta – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) akan menyalurkan bantuan infrastruktur penting bagi sekolah-sekolah di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) guna menunjang proses digitalisasi pembelajaran. Setidaknya 5.681 sekolah akan mendapatkan akses internet satelit dan 1.625 sekolah akan menerima bantuan panel surya untuk mengatasi kendala listrik.

Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Menengah Gogot Suharwoto mengatakan distribusi internet dan energi ini merupakan bagian dari afirmasi Kemendikdasmen dalam menjalankan program digitalisasi pendidikan yang inklusif dan adil.

banner 325x300

“Di daerah 3T kami sangat hati-hati. Untuk sekolah yang belum memiliki internet, kami mengusulkan disediakan internet satelit untuk 5.681 sekolah,” kata Gogot dalam RDP Panja Pendidikan di Daerah 3T dan Daerah Marginal bersama Komisi X DPR RI pada Selasa (15/7/2025).

Ia menjelaskan kondisi geografis wilayah 3T, seperti hujan lebat, badai, atau letak yang sangat terpencil, masih menjadi tantangan utama dalam akses internet. Namun, keberadaan internet satelit dinilai lebih memungkinkan dibanding jaringan kabel konvensional.

Di sisi lain, masalah keterbatasan listrik juga menjadi perhatian utama pemerintah. Oleh karena itu, Kemendikdasmen menyiapkan bantuan panel surya (solar panel) bagi 1.625 sekolah di wilayah 3T yang belum terjangkau jaringan listrik. “Sehingga ketersediaan listrik bisa terjamin,” ujarnya.

Langkah ini merupakan bagian dari program revitalisasi dan digitalisasi pembelajaran berbasis wilayah. Secara keseluruhan, pada tahun ini Kemendikdasmen menargetkan 23.700 sekolah di daerah 3T sebagai penerima program digitalisasi pembelajaran.

Program digitalisasi ini juga diiringi kebijakan afirmatif lainnya seperti revitalisasi sekolah, alokasi dana bantuan operasional berbasis unit cost majemuk (BOSP), dana alokasi khusus (DAK) fisik, dan bantuan pustaka mainan untuk pendidikan anak usia dini.

Gogot mengatakan dalam program revitalisasi sekolah, sebanyak 1.623 sekolah di daerah 3T telah menjadi sasaran prioritas, termasuk PAUD, SD, SMP, dan SMA, dengan alokasi anggaran khusus sekitar Rp 2 triliun atau 15,5 persen dari total dana revitalisasi nasional.

“Di Sumba Barat Daya misalnya, kami juga alokasikan USB (Unit Sekolah Baru) untuk 11 sekolah, termasuk 2 di antaranya berada di wilayah tersebut,” ujar Gogot.

Dengan kombinasi pendekatan infrastruktur dan teknologi ini, Kemendikdasmen berharap kesenjangan layanan pendidikan di daerah 3T dapat ditekan, sehingga seluruh anak Indonesia bisa mendapatkan akses pendidikan yang setara dan berkualitas. (tem)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *