banner 468x60 *** banner 468x60 ***

Seperti dalam Film “Escape from Alcatraz”, Tujuh Napi Lapas Sorong Kabur Usai Jebol Tembok Pakai Sendok

Lapas Kelas IIB Sorong, Papua Barat Daya. (Dok Istimewa)
banner 120x600

Papuabaratnews.id, Sorong – Insiden mengejutkan terjadi di Lapas Kelas IIB Sorong, Papua Barat Daya, ketika tujuh narapidana berhasil melarikan diri dengan cara yang mengingatkan pada kisah legendaris pelarian dari Penjara Alcatraz. Para napi menjebol tembok tahanan hanya dengan menggunakan sendok, dalam pelarian yang tampak seperti diambil langsung dari film Hollywood.

Ketujuh narapidana yang kabur itu diketahui berinisial AR, AO, AA, EL, YW, JJ, dan TW. Aksi pelarian terjadi pada Selasa (1/4) pukul 04.54 WIT, saat suasana di dalam lapas masih sepi dan petugas belum melakukan patroli rutin pagi.

banner 325x300

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Papua Barat, Hensah, menjelaskan bahwa tembok yang dijebol para napi berada dalam kondisi rapuh akibat sering terendam banjir.

“Jadi, tembok di bagian bawah itu memang sangat rapuh karena sering terendam air. Mereka mengorek bagian itu menggunakan sendok hingga akhirnya tembus,” ujarnya seperti dikutip dari Antara, Kamis (3/4/2025).

Metode pelarian ini mengingatkan publik pada kisah pelarian tiga tahanan dari Penjara Alcatraz di San Francisco, Amerika Serikat, pada tahun 1962. Kala itu, Frank Morris dan saudara kandung John dan Clarence Anglin berhasil kabur dari penjara dengan keamanan tinggi itu, juga dengan bantuan alat sederhana seperti sendok logam.

Mereka menghabiskan waktu berbulan-bulan menggali lubang di dinding sel mereka, menyembunyikan pekerjaan mereka di balik ventilasi buatan dan menyusun boneka dari sabun dan rambut untuk mengelabui penjaga. Hingga kini, pelarian mereka tetap menjadi misteri dan menjadi inspirasi film “Escape from Alcatraz” yang dibintangi Clint Eastwood.

Penampakan lunang bekas dijebol oleh tujuh napi di Lapas Kelas IIB Sorong, Rabu (2/4/2025). (Tribunsorong.com/Safwan)

Kembali ke Sorong, pelarian ini memunculkan banyak pertanyaan tentang sistem keamanan dan kondisi fisik bangunan Lapas. Pihak lapas yang dibantu oleh Kepolisian Sorong kini tengah melakukan pencarian intensif terhadap ketujuh napi yang kabur. Mereka juga menjanjikan akan segera melakukan perbaikan bangunan lapas untuk mencegah kejadian serupa.

Kapolresta Sorong Kota Kombes Pol. Happy Perdana Yudianto dan Kepala Lapas Sorong, Manuel Yenusi, turut hadir dalam konferensi pers bersama Hensah pada Rabu (2/4/2025), untuk memberikan keterangan resmi kepada media dan menenangkan masyarakat sekitar. (sem/pbn)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *