banner 468x60 *** banner 468x60 ***

Menpan dan RB: Banyak Instansi Ajukan Penundaan Pengangkatan CPNS

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini, Jumat (7/3/2025). (Dok Humas MENPANRB)
banner 120x600

Selain kesepakatan dengan Komisi II DPR, Menpan dan RB menegaskan, perubahan jadwal pengangkatan CPNS dan calon PPPK disebabkan banyak instansi usulkan penundaan.

Papuabaratnews.id, Jakarta – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Rini Widyantini akhirnya mengungkapkan sederet alasan penundaan pengangkatan calon pegawai negeri sipil dan calon pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja.

banner 325x300

Selain kesepakatan dengan Komisi II DPR, keputusan itu juga diambil karena banyak instansi yang mengajukan penundaan pengangkatan calon aparatur sipil negara. Sejumlah instansi pemerintah juga masih perlu waktu untuk menyelaraskan data, terutama pemerintah daerah yang baru saja menuntaskan pilkada.

Rini Widyantini saat dihubungi, Minggu (9/3/2025), mengungkapkan, keputusan pemerintah melaksanakan pengangkatan serentak calon pegawai negeri sipil (CPNS) dan calon pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) sudah sesuai kesepakatan pemerintah dan Komisi II DPR. CPNS yang mulanya dijadwalkan diangkat pada 22 Februari hingga 23 Maret 2025 mundur menjadi 1 Oktober 2025. Begitu pula calon PPPK yang semula dijadwalkan diangkat pada Februari 2025 untuk tahap 1 dan Juli 2025 untuk tahap 2 diubah menjadi 1 Maret 2026.

Karena itu, kata Rini, tidak benar jika Kemenpan dan RB dianggap salah menafsirkan hasil kesepakatan dengan Komisi II DPR.

”Kalau menurut saya sih, saya enggak salah menafsirkan ya. Kan, saya sudah cek juga ke pimpinan Komisi II DPR, memang sama. Memang maunya (pemerintah) TMT (terhitung mulai tanggal) yang serentak,” ujar Rini.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi II DPR dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (F-PDIP) Aria Bima menyebut Kemenpan dan RB salah menafsirkan kesimpulan rapat dengan Komisi II DPR.

Dalam rapat, katanya, tidak ada keputusan Komisi II DPR dan Kemenpan dan RB bahwa pengangkatan CPNS di semua instansi harus serentak pada Oktober 2025 dan PPPK pada Maret 2026.

Mengacu data Kemenpan dan RB, pemerintah telah menyelenggarakan seleksi CASN pada tahun 2024 dengan formasi 248.970 untuk CPNS dan 1.017.111 untuk PPPK.

Menurut Rini, ada sejumlah alasan hingga akhirnya diputuskan pengangkatan CPNS digelar secara serentak pada 1 Oktober 2025. Pertama, selama ini, ia melihat penetapan terhitung mulai tanggal (TMT) setiap instansi berbeda-beda sehingga para PNS dalam satu angkatan pun terkadang tidak memiliki TMT yang sama.

Para peserta mengikuti tes seleksi kompetensi dasar (SKD) calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun 2024 di kantor Badan Kepegawaian Negara (BKN) di Jakarta, Rabu (16/10/2024). (Dok Humas BKN)

Meminta penundaan

Alasan kedua adalah faktor teknis. Rini mengungkapkan bahwa sejumlah instansi masih memerlukan waktu untuk penyelarasan data CPNS mereka. Sampai sekarang saja, ada beberapa instansi yang belum menyampaikan data lengkap CPNS ke BKN. Bahkan, ada juga daerah yang meminta penundaan atau pengunduran TMT pengangkatan CPNS karena masih memerlukan waktu penyesuaian, apalagi daerah-daerah baru menuntaskan pemilihan pilkada.

”Karena ini adalah rekrutmen terbesar dalam sejarah, memang perlu waktu. Beda dengan yang dulu-dulu. Nah, oleh karena itu, ya sudah, kami seragamkan saja semuanya biar sama semuanya TMT-nya, di CPNS 1 Oktober, begitu. Jadi, kami lakukan serentak, begitu,” ucapnya.

Meski demikian, Rini menegaskan, proses pelengkapan administrasi tetap berjalan. BKN juga telah bersurat ke seluruh instansi pemerintah agar menyiapkan administrasi penetapan nomor induk pegawai (NIP).

”Ada faktor teknis yang perlu kita tuntaskan. Ini, kan, enggak bisa gelondongan seperti itu gitu, kan. Kalau memang mundur, ya memang karena kami, pemerintah, terutama di BKN, memerlukan waktu yang cukup untuk mendata sebanyak itu. Perlu kerja sama yang baik dengan (instansi) juga ini, kan,” tegasnya.

Di sisi lain, menurut Rini, keserentakan penetapan TMT CASN ini juga penting agar ke depan pendataan ASN lebih terukur. Untuk jangka panjang, pemerintah akan lebih dimudahkan sejauh mana kebutuhan ASN dengan kompetensi seperti apa. ”Nah, itu sih sebetulnya yang ingin kami lakukan. Jadi, memang kami perlu ada penyelarasan, nanti ke depannya biar jelas bahwa yang angkatan ini sebenarnya TMT sekian. Lebih jelas,” katanya.

Rini mengingatkan agar instansi tidak lagi mengusulkan penundaan TMT pengangkatan CPNS. Apalagi, pemerintah melalui Kemenpan dan RB juga telah memberikan keleluasaan waktu bagi pemerintah daerah untuk menyiapkan administrasinya bersama BKN.

Berkaitan dengan masalah anggaran, ia meyakini instansi sudah memperhitungkan semuanya dengan baik. Anggaran belanja pegawai juga tidak termasuk dalam anggaran yang mengalami efisiensi.

”Jadi, tidak boleh nanti mundur lagi gitu. Kami bilang, TMT 1 Oktober, ya artinya mereka (CPNS) sudah mulai masuk 1 Oktober itu. Jangan mereka mundurin lagi menjadi ke November, misalnya, saya nggak mau. Nah, itu sudah paling maksimal yang bisa kami lakukan,” ujarnya. (kom/pbn)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *