Dinas Pendidikan Pegunungan Arfak dorong penguatan pendidikan kesetaraan dan pemenuhan sarana agar pelaksanaan TKA dapat dilakukan secara mandiri.
Papuabaratnews.id, Pegunungan Arfak — Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Hunaj Mamas di Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat, mulai mempersiapkan peserta pendidikan kesetaraan Paket C untuk mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) tahun pelajaran 2026/2027.
Persiapan itu ditandai dengan pelaksanaan gladi TKA berbasis komputer yang berlangsung di SD Inpres 07 Mbenti, Distrik Minyambouw, Kamis (8/10/2026).
Kepala Bidang Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Nonformal (PAUD dan PNF) Dinas Pendidikan Kabupaten Pegunungan Arfak, Yosias Ullo, turun langsung memantau pelaksanaan gladi Itu.
Kehadirannya sekaligus untuk memastikan kesiapan peserta, perangkat komputer, serta sarana pendukung lainnya sebelum pelaksanaan TKA utama.
Dari 14 warga belajar Paket C yang semula dipersiapkan mengikuti TKA, hanya tujuh orang yang dinyatakan memenuhi persyaratan validasi data. sementara itu, tujuh peserta lainnya belum dapat mengikuti tahapan ujian karena terkendala keabsahan data administrasi.
Kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan yang dihadapi PKBM Hunaj Mamas dalam menyelenggarakan pendidikan kesetaraan, khususnya untuk memastikan seluruh warga belajar memperoleh kesempatan Mengikuti asesmen akademik.
Membuka Akses Pendidikan Kesetaraan
Yosias menjelaskan, keberadaan PKBM memiliki peran penting dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat yang belum dapat menyelesaikan pendidikan melalui jalur formal.
Menurut dia, berbagai kendala, mulai dari faktor usia, kondisi ekonomi hingga hambatan geografis, sering kali menyebabkan warga tidak dapat melanjutkan pendidikan di sekolah formal.
Persoalan tersebut menjadi semakin relevan di Kabupaten Pegunungan Arfak yang memiliki karakteristik wilayah pegunungan dengan permukiman penduduk yang tersebar.
Karena itu, pendidikan nonformal melalui PKBM diharapkan menjadi salah satu solusi agar masyarakat tetap memiliki kesempatan memperoleh layanan pendidikan.
“PKBM memberikan kesempatan kepada masyarakat yang karena berbagai kendala tidak dapat menyelesaikan pendidikan formal untuk tetap melanjutkan pendidikan melalui program kesetaraan,” ujar Yosias saat memantau gladi TKA.
Ia menerangkan, pendidikan kesetaraan diselenggarakan melalui tiga jenjang, yakni Paket A yang setara dengan sekolah dasar (SD), Paket B setara dengan sekolah menengah pertama (SMP), dan Paket C setara dengan sekolah menengah atas (SMA).
Melalui program tersebut, warga belajar diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan sekaligus memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
PKBM Hunaj Mamas sendiri pada awal pendiriannya lebih berkonsentrasi pada program pendidikan keaksaraan, terutama memberikan layanan pembelajaran membaca dan menulis bagi masyarakat.
Seiring perkembangan kebutuhan pendidikan, lembaga tersebut mulai memperluas layanan dengan menyelenggarakan pendidikan kesetaraan paket A, paket B, dan paket C.
Perubahan orientasi layanan itu menjadi bagian dari upaya menjawab kebutuhan masyarakat terhadap akses pendidikan yang lebih luas dan berkelanjutan.

Terkendala validasi data peserta
Pelaksanaan TKA Paket C di PKBM Hunaj Mamas sebenarnya telah direncanakan sejak tahun pelajaran 2025/2026. Namun, rencana tersebut belum dapat direalisasikan karena menghadapi sejumlah kendala, terutama terkait validitas data peserta dan persoalan teknis lainnya.
Setelah melalui berbagai persiapan, pelaksanaan TKA akhirnya dapat ditindaklanjuti pada tahun pelajaran 2026/2027, diawali dengan kegiatan gladi.
Meski demikian, persoalan administrasi peserta masih menjadi tantangan. Dari 14 warga belajar yang dipersiapkan, baru tujuh orang yang memiliki data valid untuk mengikuti TKA.
Kondisi ini menunjukkan pentingnya pembenahan tata kelola administrasi pendidikan nonformal, terutama pendataan warga belajar, agar persoalan serupa tidak kembali menghambat pelaksanaan asesmen pada tahun-tahun mendatang.
Gladi untuk Mengukur Kesiapan
Dalam pemantauannya, Yosias menegaskan bahwa gladi merupakan tahapan penting sebelum peserta mengikuti TKA utama.
Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi latihan mengerjakan soal, tetapi juga bertujuan menguji kesiapan perangkat komputer, sistem pelaksanaan, serta kemampuan peserta menggunakan teknologi dalam proses asesmen.
Melalui gladi, peserta diperkenalkan dengan tata cara mengerjakan soal menggunakan komputer, termasuk memahami mekanisme pelaksanaan ujian dan mengenali bentuk soal yang akan dihadapi.
Yosias meminta seluruh peserta memanfaatkan kesempatan tersebut secara maksimal.
Ia berharap peserta mengikuti setiap tahapan gladi dengan sungguh-sungguh agar lebih siap dan percaya diri ketika menghadapi TKA utama.
“Melalui gladi ini, peserta diharapkan memahami cara mengerjakan tes berbasis komputer dan memperoleh gambaran mengenai bentuk soal yang akan dihadapi saat TKA utama,” katanya.
Selain kesiapan peserta, Yosias juga memberikan perhatian terhadap ketersediaan sarana dan prasarana pendukung pelaksanaan TKA.
Hingga saat ini, PKBM Hunaj Mamas masih memanfaatkan fasilitas sekolah formal sebagai tempat penyelenggaraan asesmen karena belum memiliki sarana yang memadai untuk melaksanakan TKA secara mandiri.
Ia berharap pemerintah daerah dapat memberikan dukungan penyediaan sarana dan prasarana, terutama perangkat komputer dan fasilitas pendukung lainnya, sehingga pada tahun mendatang PKBM Hunaj Mamas mampu menyelenggarakan TKA di tempat sendiri.
Menurut dia, dukungan fasilitas menjadi penting seiring dengan semakin berkembangnya layanan pendidikan kesetaraan yang diselenggarakan PKBM.
Dengan fasilitas yang memadai, penyelenggaraan asesmen diharapkan dapat berlangsung lebih efektif tanpa harus bergantung pada penggunaan sarana milik satuan pendidikan lain.
Yosias juga berharap pelaksanaan gladi menjadi bahan evaluasi bagi penyelenggara untuk mengidentifikasi dan mengatasi berbagai kendala teknis sebelum pelaksanaan TKA utama.
“Harapannya, setelah mengikuti gladi ini, pelaksanaan TKA utama dapat berjalan lancar dan para peserta memperoleh hasil yang memuaskan,” ujarnya.
Upaya PKBM Hunaj Mamas memperluas layanan dari pendidikan keaksaraan menuju pendidikan kesetaraan menjadi bagian penting dalam membuka kesempatan belajar bagi masyarakat Pegunungan Arfak. (pbn)







