Gubernur Dominggus Mandacan tekankan layanan holistik, pencegahan stunting, dan penguatan literasi sejak keluarga.
Papuabaratnews.id, Manokwari — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat terus memperluas pemerataan akses layanan pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga ke kampung-kampung terpencil, wilayah pesisir, dan pedalaman. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.
Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan mengatakan pemerataan akses pendidikan harus berjalan beriringan dengan peningkatan mutu layanan. Dengan demikian, setiap anak memperoleh kesempatan untuk tumbuh, berkembang, dan belajar secara optimal tanpa terkendala kondisi geografis.
“Anak-anak adalah investasi terbesar bagi masa depan Papua Barat. Saat usia dini, fisik, mental, dan karakter mereka harus dibentuk dengan baik,” kata Dominggus di Manokwari, Selasa (6/10/2026)
Menurut dia, penyelenggaraan PAUD tidak cukup hanya berorientasi pada kegiatan pembelajaran di ruang kelas. Layanan PAUD juga harus mengintegrasikan aspek pendidikan dengan kesehatan, pemenuhan gizi, pengasuhan, serta perlindungan anak.
Perpaduan berbagai aspek tersebut merupakan bagian dari penerapan PAUD Holistik Integratif untuk memastikan kebutuhan dasar anak terpenuhi secara menyeluruh pada periode emas pertumbuhan dan perkembangan mereka.
“Jadi, semua aspek harus terintegrasi supaya penyelenggaraan PAUD berdampak positif terhadap tumbuh kembang anak di masa yang akan datang,” ujarnya.
Dominggus menyebut Pemprov Papua Barat menempatkan pencegahan stunting dan gizi buruk sebagai salah satu perhatian dalam penguatan layanan PAUD. Kondisi kesehatan dan kecukupan gizi dinilai memiliki pengaruh penting terhadap perkembangan fisik maupun kemampuan belajar anak.
Penguatan layanan bagi anak usia dini, kata dia, juga perlu diimbangi dengan penerapan transisi PAUD menuju sekolah dasar (SD) yang menyenangkan dan sesuai tahapan perkembangan anak. Dengan pendekatan tersebut, anak tidak dibebani tuntutan untuk harus mampu membaca, menulis, dan berhitung.
“Pengukuhan Bunda PAUD Papua Barat periode 2026–2029 sekaligus Bunda Literasi adalah amanah, bukan sekadar seremoni atau predikat kehormatan,” kata Dominggus.
Karena itu, ia meminta Bunda PAUD bersama kelompok kerja mengawal empat fokus utama, yakni PAUD Holistik Integratif, transisi PAUD-SD yang menyenangkan, penanganan stunting dan gizi buruk, serta perluasan akses layanan hingga wilayah pelosok.
Selain memperkuat pendidikan anak usia dini, pemerintah daerah terus mendorong gerakan literasi dengan membangun kebiasaan membaca sejak dari lingkungan keluarga. Kebiasaan tersebut kemudian diperkuat melalui sekolah, perpustakaan, dan komunitas.
“Budaya membaca itu tumbuh dari rumah, ketika orang tua membacakan buku dan bercerita kepada anaknya, lalu diperkuat di sekolah, perpustakaan, dan komunitas,” katanya.
Dominggus menjelaskan, literasi tidak semata-mata dimaknai sebagai kemampuan membaca dan menulis. Literasi juga mencakup kecakapan memahami informasi, berpikir kritis, serta menggunakan pengetahuan untuk menyelesaikan berbagai persoalan dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut dia, penguatan ekosistem PAUD dan literasi membutuhkan keterlibatan pemerintah kabupaten, organisasi perangkat daerah, dunia usaha, lembaga pendidikan, keluarga, dan masyarakat. Kolaborasi lintas sektor diperlukan karena kebutuhan tumbuh kembang anak tidak dapat ditangani oleh satu pihak.
“Sinergi diperlukan agar program menghasilkan intervensi yang menjangkau anak dan keluarga, terutama di wilayah dengan keterbatasan akses pelayanan dasar,” ucap Dominggus.
Pemprov Papua Barat, lanjut dia, akan memberikan pendampingan terhadap pelaksanaan program PAUD dan literasi, sekaligus memperkuat koordinasi dengan pemerintah kabupaten sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia Papua Barat.
Dominggus juga mengapresiasi pengabdian para guru PAUD serta keterlibatan calon Duta Baca tingkat SMA dari kabupaten-kabupaten di Papua Barat. Keterlibatan generasi muda tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya memperluas budaya literasi di tengah masyarakat. (pbn)







