Dinas Pendidikan Pegunungan Arfak dorong orang tua aktif mendampingi anak, menjaga konsistensi data Dapodik, dan bersama-sama meningkatkan mutu PAUD
Papuabaratnews.id, Pegungan Arfak — Pendidikan anak usia dini bukan hanya menjadi tanggung jawab guru di sekolah. Keterlibatan orang tua sejak dari rumah hingga mendampingi anak mengikuti proses pembelajaran menjadi bagian penting dalam membentuk kebiasaan, karakter, dan masa depan anak.
Pesan itu mengemuka dalam kegiatan parenting atau kelas orang tua yang digelar PAUD Hunaj Mamas, Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat, Rabu (7/10/2026). Kegiatan bertema membangun tanggung jawab orang tua dalam pendidikan anak usia dini tersebut diikuti 30 orang tua dan empat Bunda PAUD.
Kegiatan diawali dengan pembiasaan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Anak-anak bersama orang tua mempraktikkan enam langkah mencuci tangan dengan benar.
Keterlibatan orang tua dalam kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari pembelajaran sederhana agar kebiasaan menjaga kebersihan dan kesehatan tidak hanya dilakukan anak di sekolah, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di rumah.
Setelah praktik PHBS, anak-anak mendapatkan makanan tambahan berupa bubur kacang hijau dan telur. Para orang tua kembali dilibatkan dengan mendampingi anak masing-masing saat makan.
Orang Tua Wajib Pastikan Anak Bersekolah
Kepala Bidang Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Nonformal (PAUD dan PNF) Dinas Pendidikan Kabupaten Pegunungan Arfak, Yosias Ullo, yang hadir dalam kegiatan itu menekankan bahwa setiap anak memiliki hak untuk memperoleh pendidikan.
Karena itu, menurut dia, tanggung jawab pendidikan tidak sepenuhnya dapat diserahkan kepada sekolah. Orang tua memiliki kewajiban memastikan anak memperoleh pendidikan sejak jenjang PAUD.
Yosias mengajak para orang tua membiasakan diri mengantar anak ke sekolah dan memberikan dukungan agar mereka mengikuti proses pembelajaran secara teratur.
Perhatian tersebut dinilai penting karena PAUD menjadi salah satu tahap awal bagi anak dalam mengenal lingkungan pendidikan sebelum memasuki jenjang sekolah dasar.
Di tengah perkembangan teknologi, peran orang tua juga semakin dibutuhkan. Telepon seluler dan perangkat digital yang semakin mudah dijumpai dalam kehidupan sehari-hari harus diarahkan menjadi sarana yang bermanfaat bagi pendidikan anak.
Menurut Yosias, orang tua perlu mendampingi anak ketika menggunakan perangkat digital sehingga teknologi tidak semata-mata menjadi sarana hiburan, tetapi dapat dimanfaatkan untuk belajar dan menambah pengetahuan.
Pendampingan sejak usia dini diharapkan membantu mempersiapkan anak-anak Pegunungan Arfak menjadi generasi yang memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk melanjutkan tongkat estafet pembangunan pada masa mendatang.

PAUD Hunaj Mamas Milik Bersama
Yosias juga mengingatkan masyarakat bahwa PAUD Hunaj Mamas merupakan milik bersama, bukan milik perseorangan. Pengelolaan lembaga pendidikan tersebut memang dipercayakan kepada Bunda PAUD dan pengelola, tetapi masyarakat, terutama orang tua peserta didik, tetap memiliki tanggung jawab untuk mendukung keberlangsungannya.
Karena itu, orang tua diminta tidak ragu memberikan masukan maupun kritik terhadap pengelolaan PAUD. Namun, kritik tersebut harus bersifat membangun dan diarahkan untuk memperbaiki proses pembelajaran, bukan menjatuhkan pengelola maupun pendidik.
Keterlibatan orang tua dan pengelola, menurut dia, dibutuhkan untuk menciptakan proses pembelajaran yang baik sekaligus meningkatkan mutu pendidikan anak usia dini di Pegunungan Arfak.
Yosias turut menyinggung kebijakan pendidikan gratis yang sedang dijalankan pemerintah daerah. Dengan kebijakan tersebut, dana operasional yang diterima sekolah harus dimanfaatkan secara tepat untuk memenuhi kebutuhan pendidikan.
Anggaran dapat diarahkan untuk penambahan sarana dan prasarana pembelajaran, pemeliharaan gedung sekolah, pemberian makanan tambahan bagi peserta didik, serta berbagai kebutuhan lain yang menunjang proses belajar mengajar.
Ingatkan Orang Tua Jaga Data Anak
Dalam pertemuan itu, Yosias memberikan perhatian khusus terhadap keakuratan data peserta didik dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
Orang tua diminta tidak mengubah-ubah identitas maupun data anak yang telah tercatat dan tersinkronisasi dalam sistem pendidikan. Konsistensi data diperlukan agar administrasi pendidikan anak tetap valid dan tidak menimbulkan persoalan pada kemudian hari.
Pada akhir pertemuan, Yosias kembali mengajak seluruh orang tua untuk terus mendampingi pendidikan anak. Salah satu bentuk paling sederhana adalah setia mengantar anak ke sekolah dan memastikan mereka mengikuti pembelajaran di PAUD Hunaj Mamas.
Kolaborasi antara orang tua, pendidik, pengelola PAUD, masyarakat, dan pemerintah diharapkan menjadi fondasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini di Pegunungan Arfak. (pbn)







