Dinas Pendidikan evaluasi waktu penyaluran agar bantuan diterima siswa lebih awal dan meringankan beban orang tua.
Papuabaratnews.id, Anggi — Pemerintah Kabupaten Pegunungan Arfak (Pegaf) melalui Dinas Pendidikan menyalurkan seragam sekolah gratis kepada siswa SMA di Distrik Anggi Gida dan Distrik Hingk. Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memenuhi kebutuhan pendidikan sekaligus mengurangi beban pengeluaran orang tua dan wali murid.
Penyerahan seragam dilakukan langsung Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pegunungan Arfak, Deny Agustinus Ngutra, di dua sekolah pada hari berbeda. Penyaluran pertama berlangsung di SMA Negeri Anggi Gida, Kamis (1/10/2026), kemudian dilanjutkan di SMA Negeri 5 Hingk, Jumat (2/10/2026).
Program seragam sekolah gratis merupakan salah satu program Pemerintah Kabupaten Pegunungan Arfak di bidang pendidikan. Melalui program tersebut, pemerintah daerah berupaya memastikan kebutuhan dasar siswa untuk mengikuti kegiatan belajar di sekolah dapat terpenuhi tanpa sepenuhnya membebani keluarga.
Deny mengatakan, penyediaan seragam gratis merupakan wujud perhatian pemerintah daerah terhadap akses pendidikan bagi anak-anak di Pegunungan Arfak. Menurut dia, pembangunan daerah tidak dapat dilepaskan dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan.
“Ini kewajiban pemerintah. Kalau kita ingin Pegaf semakin maju dan berkembang, hak pendidikan bagi semua anak-anak harus kita penuhi,” kata Deny dalam keterangan resminya di Anggi, Jumat (2/10/2026).

Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Pegunungan Arfak ingin memastikan pelayanan pendidikan dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat. Salah satu hal yang menjadi perhatian ialah mengurangi berbagai kendala yang dapat membebani keluarga dalam memenuhi kebutuhan sekolah anak.
Menurut Deny, bantuan seragam menjadi penting terutama bagi keluarga yang harus mengalokasikan pengeluaran rumah tangga untuk berbagai kebutuhan pendidikan. Karena itu, penyaluran seragam diharapkan bukan sekadar pemberian bantuan, melainkan bagian dari keberpihakan pemerintah dalam memastikan anak-anak tetap memperoleh kesempatan belajar.
Penyaluran Dievaluasi
Meski demikian, Deny mengakui penyaluran seragam pada tahun ini masih belum berlangsung sesuai waktu yang diharapkan. Tahun ajaran telah berjalan, sedangkan seragam baru dapat dibagikan kepada siswa pada awal Oktober 2026.
Kondisi tersebut, kata dia, menjadi bahan evaluasi Dinas Pendidikan agar proses pengadaan dan penyaluran pada tahun-tahun berikutnya dapat dilakukan lebih cepat.
“Kita sadari memang sedikit terlambat. Siswa sudah masuk dan seragamnya baru diserahkan pada awal Oktober. Untuk itu, kita evaluasi terus agar para siswa bisa lebih awal mendapatkannya sehingga benar-benar langsung meringankan beban para orang tua,” ujarnya.
Deny menegaskan, evaluasi tidak hanya menyangkut penyaluran, tetapi juga bagaimana program pemerintah dapat diterima tepat waktu sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan siswa dan keluarga sejak awal kegiatan pembelajaran.
Dinas Pendidikan Kabupaten Pegunungan Arfak berharap pembagian seragam gratis dapat mendukung aktivitas belajar siswa sekaligus meningkatkan partisipasi pendidikan. Pemerintah daerah juga akan terus membenahi pelaksanaan program agar pelayanan pendidikan menjangkau anak-anak di berbagai distrik secara lebih baik.
“Pemenuhan kebutuhan dasar pendidikan menjadi salah satu bagian penting dalam menyiapkan generasi muda yang kelak mengambil peran dalam pembangunan daerah,” kata Deny Ngutra. (pbn)







