Dinas Pendidikan Pegaf akan mendorong penerapan hasil pelatihan di sekolah dan memperluas manfaatnya hingga distrik dan kampung.
Papuabaratnews.id, Anggi — Puluhan murid dan guru sekolah dasar di Distrik Hingk, Kabupaten Pegunungan Arfak (Pegaf), menuntaskan pelatihan berhitung menggunakan metode Gasing (Gampang, Asyik, dan Menyenangkan), Jumat (2/10/2026).
Pelatihan yang berlangsung selama sekitar dua pekan itu diharapkan menjadi modal untuk memperkuat kemampuan numerasi siswa sekaligus meningkatkan kapasitas guru dalam pembelajaran matematika.
Kegiatan yang merupakan kerja sama Pemerintah Kabupaten Pegunungan Arfak dengan Yayasan Teknologi Indonesia Jaya tersebut ditutup Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pegunungan Arfak, Deny Agustinus Ngutra.
Metode Gasing yang digagas Prof. Yohanes Surya mengenalkan pendekatan berhitung yang dirancang agar matematika lebih mudah dipahami dan menyenangkan bagi peserta didik. Selama pelatihan, guru dan murid mendapatkan pendampingan langsung dari para pelatih Yayasan Teknologi Indonesia Jaya.
Deny mengaku bangga melihat perkembangan kemampuan para peserta setelah mengikuti rangkaian pelatihan. Hasil tersebut terlihat ketika guru dan murid mendemonstrasikan secara langsung kemampuan berhitung yang mereka peroleh selama kegiatan.
Menurut dia, peserta mulai mampu menerapkan cara berhitung yang diajarkan para pelatih. Kemajuan itu menjadi salah satu indikator bahwa pengetahuan yang diberikan selama pelatihan dapat diserap dan dipraktikkan oleh peserta.
Guru Diharapkan Menjadi Penggerak
Deny mengatakan, kemampuan yang diperoleh guru dan murid selama pelatihan menjadi modal bagi Pemerintah Kabupaten Pegunungan Arfak untuk mengembangkan metode pembelajaran numerasi di sekolah.
Terlebih, peserta kegiatan tidak hanya berasal dari sekolah yang berada di pusat pemerintahan, tetapi juga melibatkan guru dan murid dari distrik. Dengan demikian, pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat dibawa kembali dan dikembangkan di sekolah masing-masing.

Guru yang telah mengikuti pelatihan diharapkan menjadi penggerak dalam memperkenalkan cara belajar berhitung yang lebih mudah kepada siswa lainnya. Mereka juga diminta terus berlatih agar metode yang telah diperoleh selama pendampingan dapat diterapkan secara konsisten.
Hal serupa diharapkan dari para murid peserta pelatihan. Kemampuan berhitung yang mereka peroleh diharapkan dapat menjadi motivasi bagi teman-temannya, terutama anak-anak di sekolah, distrik, dan kampung masing-masing.
Dengan pola tersebut, manfaat pelatihan diharapkan tidak terbatas pada peserta yang mengikuti kegiatan secara langsung, tetapi berkembang melalui proses pembelajaran di sekolah.
Harapkan Kolaborasi Berlanjut
Deny juga menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Teknologi Indonesia Jaya dan para pelatih yang telah memberikan pendampingan langsung kepada guru dan murid di Pegunungan Arfak.
Ia berharap kerja sama tersebut tidak berakhir setelah pelatihan ditutup. Koordinasi dan kolaborasi diperlukan untuk memastikan kemampuan yang telah diperoleh peserta terus berkembang serta dapat memberikan dampak bagi peningkatan kualitas pembelajaran.
“Kami sangat berterima kasih sudah datang ke Kabupaten Pegaf memberikan ilmu atau transfer of knowledge kepada anak-anak kita dan guru-guru kita,” kata Deny.
Dinas Pendidikan, lanjut dia, membutuhkan dukungan dan kolaborasi berbagai pihak untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Pegunungan Arfak, terutama dalam penguatan kemampuan dasar literasi dan numerasi anak. (pbn)







