Posyandu memiliki peran penting sebagai garda terdepan melayani masyarakat, terutama bagi ibu hamil, ibu menyusui, bayi, balita, lansia, dan kelompok rentan lainnya.
Papuabaratnews.id, Manokwari — Pemerintah Provinsi Papua Barat meningkatkan akses posyandu melalui pemanfaatan aplikasi digital “Ayo ke Posyandu” agar memudahkan masyarakat memperoleh informasi tentang jadwal, lokasi, dan jenis layanan secara cepat.
Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan mengharapkan inovasi berbasis digital tersebut dapat mendorong partisipasi masyarakat memanfaatkan posyandu sekaligus meningkatkan cakupan imunisasi.
“Posyandu memiliki peran penting sebagai garda terdepan melayani masyarakat, terutama bagi ibu hamil, ibu menyusui, bayi, balita, lansia, dan kelompok rentan lainnya,” ujarnya di Manokwari, Selasa (23/6/2026) seperti dilansir Antara.
Pemerintah daerah, kata dia, terus berupaya memperkuat fungsi posyandu hingga tingkat kampung agar layanan kesehatan maupun pelayanan dasar lainnya dapat menjangkau seluruh masyarakat di wilayah Papua Barat.
Posyandu tidak hanya sebagai sarana pemantau tumbuh kembang anak dan pemberian imunisasi, tetapi pusat pelayanan kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban, perlindungan masyarakat, serta pelayanan sosial.
“Posyandu harus menjadi rumah pelayanan dasar bagi seluruh keluarga, dari bayi hingga lansia, dari kota hingga kampung,” katanya.
Selain itu, Dominggus mengingatkan bahwa imunisasi merupakan hak setiap anak yang harus dipenuhi agar dapat memberikan perlindungan sekaligus sebagai upaya pencegahan dini terhadap berbagai penyakit karena berpotensi menghambat tumbuh kembang.
“Saya ingatkan kepada semua orang tua, anak-anak berhak memperoleh layanan imunisasi supaya mereka terhindar dari berbagai penyakit,” ucap dia.
Ketua Tim Pembina Posyandu Papua Barat Yuliana Mandacan menyebut penguatan posyandu menjadi salah satu strategi dalam meningkatkan kualitas pelayanan dasar masyarakat di tengah berbagai tantangan yang dihadapi daerah.
Kondisi geografis yang sulit dijangkau, keterbatasan sumber daya manusia, belum merata dukungan program, dan rendah partisipasi masyarakat menjadi kendala dalam peningkatan cakupan imunisasi maupun layanan posyandu.
“Optimalisasi posyandu membutuhkan kolaborasi lintas sektor karena pelayanan yang diberikan saat ini tidak hanya terbatas pada bidang kesehatan,” katanya.
Menurut dia, transformasi posyandu memperluas cakupan layanan, mulai dari kesehatan ibu dan anak, pendidikan anak usia dini, pemantauan sanitasi dan akses air bersih, pendataan rumah layak huni, edukasi kebencanaan, hingga pelayanan sosial bagi kelompok rentan.
“Melalui aplikasi ‘Ayo ke Posyandu’ masyarakat tidak perlu lagi kesulitan mencari informasi mengenai posyandu karena seluruh informasi layanan dapat diakses dengan mudah,” kata Yuliana.
Kepala Perwakilan UNICEF Papua Aminuddin M Ramdan menilai penguatan posyandu dan peningkatan cakupan imunisasi merupakan langkah strategis dalam menjamin pemenuhan hak-hak anak di Papua Barat.
Berbagai penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat sehingga diperlukan upaya berkelanjutan untuk meningkatkan akses layanan kesehatan dasar hingga ke tingkat kampung.
“UNICEF akan mendukung Pemprov Papua Barat dalam memperkuat layanan Posyandu dan meningkatkan cakupan imunisasi guna mewujudkan generasi Papua Barat yang sehat, cerdas, dan produktif,” katanya. (pbn)






