Dua Nakes Tewas Diserang OTK di Tambrauw

Pasukan Gabungan Polri dan TNI, saat melakukan proses evakuasi dua jenazah korban penyerangan OTK di Distrik Bamusbama, Senin [16/3/2026] (Dok. Humas Polda Papua Barat)
banner 120x600

Aparat gabungan berhasil mengevakuasi dua jenazah korban ke Rumah Sakit Pratama Fef.

Papuabaratnews.id, Sorong –- Dua tenaga kesehatan (nakes) tewas dalam serangan orang tak dikenal (OTK) di Kampung Jokbu, Distrik Bamusbama, Kabupaten Tambrauw, Papua Barat Daya, Senin (16/3/2026). Insiden ini kembali menyoroti tingginya risiko yang dihadapi tenaga kesehatan di wilayah pedalaman.

banner 325x300

Peristiwa tragis tersebut terjadi di Kampung Jokbu, Distrik Bamusbama, Kabupaten Tambrauw, sekitar pukul 11.37 WIT, saat empat tenaga kesehatan tengah menjalankan tugas pelayanan menuju Rumah Sakit Pratama Fef.

Dalam perjalanan, rombongan diadang oleh sekelompok orang tak dikenal yang diduga merupakan kelompok kriminal bersenjata (KKB). Situasi yang awalnya normal berubah mencekam dalam hitungan detik.

Dua nakes, Yeremia Lobo dan Erwin, ditemukan meninggal dunia di lokasi kejadian dengan luka berat akibat serangan senjata tajam.

Sementara dua rekan lainnya, Hamzah dan Robby, berhasil melarikan diri dan berlindung di Pos TNI Distrik Bamusbama untuk meminta pertolongan serta melaporkan kejadian tersebut.

Aparat gabungan TNI-Polri kemudian bergerak menuju lokasi. Dalam proses evakuasi yang berlangsung di medan sulit, kedua jenazah korban berhasil dievakuasi ke Rumah Sakit Pratama Fef sebelum selanjutnya direncanakan dibawa ke Sorong untuk diserahkan kepada pihak keluarga.

Kapolda Papua Barat Daya, Brigjen Pol Gatot Haribowo, turun langsung ke lokasi untuk memimpin penanganan kasus ini.

“Ini adalah tindakan keji yang tidak bisa ditoleransi. Kami berkomitmen untuk mengusut tuntas dan menangkap para pelaku. Aparat saat ini terus melakukan pengejaran dan penyisiran di lokasi kejadian,” tegasnya.

Ia juga menegaskan bahwa pihak kepolisian akan memperkuat koordinasi dengan TNI serta tokoh masyarakat guna menjaga stabilitas keamanan di wilayah Tambrauw.

“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang, namun waspada. Untuk sementara, kami sarankan membatasi aktivitas perjalanan di jalur tertentu demi keselamatan bersama,” tambahnya.

Selain melakukan pengejaran, aparat juga memperketat pengamanan di Distrik Bamusbama dan wilayah sekitarnya guna mencegah potensi gangguan lanjutan.

Peristiwa ini memicu reaksi dari berbagai pihak. Ombudsman dan sejumlah elemen masyarakat sipil mendesak pemerintah dan aparat keamanan untuk memberikan perlindungan lebih serius bagi tenaga kesehatan dan pekerja layanan publik yang bertugas di daerah rawan.

Mereka menilai, kehadiran tenaga kesehatan di wilayah terpencil merupakan bagian dari pelayanan dasar negara yang seharusnya mendapat jaminan keamanan maksimal.

Hingga saat ini, motif penyerangan masih dalam penyelidikan. Aparat juga terus mengumpulkan keterangan dari para saksi, termasuk dua korban selamat.

Insiden ini kembali menjadi pengingat pahit bahwa di sejumlah wilayah Papua Barat Daya, pelayanan kemanusiaan masih berjalan berdampingan dengan risiko kekerasan yang nyata. (pbn)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *